Senin, 13 Juni 2016

sejarah kebidanan



SEJARAH KEBIDANAN
Sejarah keidananan meliputi:
Ø  Persalinan dan menstruasi pada wanita dianggap kotor dan menjijikan
Ø  Sehingga cara-cara persalinan tidak manusiawi
Ø  Kelahiran anak dikaitkan dengan ibu pertiwi(tempa anak dilahirkan) dan peristiw melahirkan hanya dipahami oleh wanita itu sendiri.
Ø  Wanita melahirkan sendiri atau di bantu suami
Kebidanan berasal dari bahasa latin OBSTO/OBSTETRIC yang berarti mendampingi
Pelopor yang bekerja sama dalam kebidanan:
A.HIPOKRATES
·         Dari yunani tahun 460-360 SM,disebut bapak pengobatan karena menaruh perhatian kepada kebidanan,perawatan dan pengobatan.
·         Wanita yang bersalin dan nifas mendapatkan pelayanan yang selayaknya.
B.SORANUS(98-138 SM berasal dari efesus/turki
·         Disebut bapak kebidanan
·         Berpendapat bahwa wanita yang melahirkan tidak takut akan hantu atau setan dan menjauhkan ketahyulan.
·         Kemudian diteruskan oleh MOSCION bekas muridnya:meneruskan usaha dan menulis buku pelajaran bagi bidan-bidan yang berjudul KATEKISMUS bagi bidan ROMA maka pengetahuan bidan semakin maju.
BENTUK PELAYANAN BIDAN
 1.ZAMAN DAHULU
   a.kehamilam
Ø  Pemerikasaan kehamilan oleh dukun bayi yang menetapkan wanita hamil atau tidak,letak anak,kapan bayi akan lahir,tahu letak yang tidak normal tapi tidak tahu cara mengatasinya namun memberi nasihat-nasihat:
*      Pantang makanan tertentu
*      Pantang terhadap pakaian
*      Pantang keluar pada malam hari
*      Pantang duduk didepan pintu
*      Melakukan kenduri pada bulan ke-3 dan ke-7 masa kehamilan


  b.persalinan
Ø  Persalinan duduk dilantai diatas tikar ditunggu dukun
Ø  Ibu dikerumuni orang-orang yang lebih ua(keluarga dan tetangga)
Ø  Disampingnya terdapat ember air yang sebentar-sebentar diisi uang logam untuk si dukun bayi
Ø  Ibu bersalin tidak boleh makan dan minun sampai selesai
Ø  Semua barang yang tertutup harus dibuka
Ø  Dukun mengurut-urut perut ibu,menekan dan menarik anak apabila kepala sudah kelihatan.
Ø  Dukun kadang-kadang melalkukan periksa dalam
Ø  Setelah lahir bayi diciprati air atau dikejutkan dengan memukul suatu benda agar bayi menangis.
Ø  Tali pusat dipotong dengan sembilu diberi ramuan kunyit atau abu tempurung dibungkus daun sirih.
Ø  Placenta diberi ramuan ditanamdengan upacara dan diberi lampu selama 7 hari
Ø  Bayi dipakaikan gurita,badan bayi dioles dengan ramuan bayi dibedong
Ø  Minuman pertama diberi kelapa muda/madu,makanan pisang atau nasi yang dihaluskan kemudian menyusui
Ø  Bayi tidak mandi sampai tali pusat lepas.
 c.Nifas
Ø  Ibu setelah bersalin dimandikan oleh dukun,selanjutnya ibu harus bisa merawat dirinya sendiri
Ø  Ibu minum jamu untuk melancarkan peredaran darah dan untuk laktasi
Ø  Ibu tidur setengah duduk agar darah kotor cepat keluar
Ø  Ibu dalam masa nifas tidak boleh minum banyak
d.Perawatan bayi
Ø  Bayi dimandikan dan diurut sampai 40 hari
Ø  Tali pusat diberi ramuan sampai puput(lepas)
Ø  Tali pusat yang sudah lepas disimpan sebagai jimat atau obat
Ø  Bayi ditidurkan disamping ibu
Ø  Tidak bisa bawa jauh dari rumah sampai umur 35 hari
Ø  Ubun-ubun besarnya disusun dengan tapel
Ø  Kenduri:saat anak baru lahir,saat tali pust lepas(5 hari),7 bulan,dan 1 tahun
Ø  Cukur rmbut pertama setelah 35 atau 40 hari.



  2. praktek ebidanan modern di indonesia oleh dokter-dokter Belanda thun 1850 dibuka kursus     bidan yang pertama sampai tahun 1870
  3. tahun 1879 dimulai pelayanan bidan
  4. tahun 1950 setelah kemerdekaan jumlah paramedis 4000 orang dan dokter umum 475 orang dan dokter obstetri ginekologi 6 orang.
  5. Tahun 1979 jumlah dr. Onsgyn 286 orang , bidan 16.888 orang. Pertolongan persalinan masyarakatdesa lebih banyak  oleh dukun tradisional (90%), bidan (6%), dokter (1%)
 6. Tahun 1950 didirikan balai-balai kesejahteraan ibu dan anak yang dipimpin oleh bidan , kegiatannya adalah: ANC (pemeriksaan Kehamilan , PNC (pemeriksaan Ibu Nifas), pemeriksaan dan pengawasan bayi dan anak balita, KB, Penyuluhan kesehatan di BKIA, pelatihan dukun bayi

 

  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar