SEJARAH KEBIDANAN
Sejarah keidananan meliputi:
Ø
Persalinan dan menstruasi pada
wanita dianggap kotor dan menjijikan
Ø
Sehingga
cara-cara persalinan tidak manusiawi
Ø
Kelahiran
anak dikaitkan dengan ibu pertiwi(tempa anak dilahirkan) dan peristiw
melahirkan hanya dipahami oleh wanita itu sendiri.
Ø
Wanita
melahirkan sendiri atau di bantu suami
Kebidanan berasal
dari bahasa latin OBSTO/OBSTETRIC yang berarti mendampingi
Pelopor yang
bekerja sama dalam kebidanan:
A.HIPOKRATES
·
Dari
yunani tahun 460-360 SM,disebut bapak pengobatan karena menaruh perhatian
kepada kebidanan,perawatan dan pengobatan.
·
Wanita
yang bersalin dan nifas mendapatkan pelayanan yang selayaknya.
B.SORANUS(98-138
SM berasal dari efesus/turki
·
Disebut
bapak kebidanan
·
Berpendapat
bahwa wanita yang melahirkan tidak takut akan hantu atau setan dan menjauhkan
ketahyulan.
·
Kemudian
diteruskan oleh MOSCION bekas muridnya:meneruskan usaha dan menulis buku
pelajaran bagi bidan-bidan yang berjudul KATEKISMUS
bagi bidan ROMA maka pengetahuan bidan semakin maju.
BENTUK PELAYANAN BIDAN
1.ZAMAN DAHULU
a.kehamilam
Ø
Pemerikasaan kehamilan oleh dukun bayi
yang menetapkan wanita hamil atau tidak,letak anak,kapan bayi akan lahir,tahu
letak yang tidak normal tapi tidak tahu cara mengatasinya namun memberi
nasihat-nasihat:
b.persalinan
Ø
Persalinan duduk dilantai diatas tikar
ditunggu dukun
Ø
Ibu dikerumuni orang-orang yang lebih
ua(keluarga dan tetangga)
Ø
Disampingnya terdapat ember air yang
sebentar-sebentar diisi uang logam untuk si dukun bayi
Ø
Ibu bersalin tidak boleh makan dan minun
sampai selesai
Ø
Semua barang yang tertutup harus dibuka
Ø
Dukun mengurut-urut perut ibu,menekan
dan menarik anak apabila kepala sudah kelihatan.
Ø
Dukun kadang-kadang melalkukan periksa
dalam
Ø
Setelah lahir bayi diciprati air atau
dikejutkan dengan memukul suatu benda agar bayi menangis.
Ø
Tali pusat dipotong dengan sembilu
diberi ramuan kunyit atau abu tempurung dibungkus daun sirih.
Ø
Placenta diberi ramuan ditanamdengan
upacara dan diberi lampu selama 7 hari
Ø
Bayi dipakaikan gurita,badan bayi dioles
dengan ramuan bayi dibedong
Ø
Minuman pertama diberi kelapa
muda/madu,makanan pisang atau nasi yang dihaluskan kemudian menyusui
Ø
Bayi tidak mandi sampai tali pusat
lepas.
c.Nifas
Ø
Ibu setelah bersalin dimandikan oleh
dukun,selanjutnya ibu harus bisa merawat dirinya sendiri
Ø
Ibu minum jamu untuk melancarkan
peredaran darah dan untuk laktasi
Ø
Ibu tidur setengah duduk agar darah
kotor cepat keluar
Ø
Ibu dalam masa nifas tidak boleh minum
banyak
d.Perawatan bayi
Ø
Bayi dimandikan dan diurut sampai 40
hari
Ø
Tali pusat diberi ramuan sampai
puput(lepas)
Ø
Tali pusat yang sudah lepas disimpan
sebagai jimat atau obat
Ø
Bayi ditidurkan disamping ibu
Ø
Tidak bisa bawa jauh dari rumah sampai
umur 35 hari
Ø
Ubun-ubun besarnya disusun dengan tapel
Ø
Kenduri:saat anak baru lahir,saat tali
pust lepas(5 hari),7 bulan,dan 1 tahun
Ø Cukur
rmbut pertama setelah 35 atau 40 hari.
2. praktek ebidanan modern di indonesia oleh dokter-dokter Belanda thun
1850 dibuka kursus bidan yang pertama
sampai tahun 1870
3. tahun 1879 dimulai pelayanan bidan
4. tahun 1950 setelah kemerdekaan jumlah paramedis 4000 orang dan dokter
umum 475 orang dan dokter obstetri ginekologi 6 orang.
5. Tahun 1979 jumlah
dr. Onsgyn 286 orang , bidan 16.888 orang. Pertolongan persalinan
masyarakatdesa lebih banyak oleh dukun
tradisional (90%), bidan (6%), dokter (1%)
6. Tahun 1950 didirikan balai-balai
kesejahteraan ibu dan anak yang dipimpin oleh bidan , kegiatannya adalah: ANC
(pemeriksaan Kehamilan , PNC (pemeriksaan Ibu Nifas), pemeriksaan dan
pengawasan bayi dan anak balita, KB, Penyuluhan kesehatan di BKIA, pelatihan
dukun bayi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar