DINAMIKA PSIKOLOGI MASA REMAJA
Cara berpikir kognitif
Cara
berpikir seseorang tentang sesuatu Kemampuan berkonsentrasi
terhadap suatu rangsangan dari luar
dalam memecahkan masalah, memahami lingkungan fisik, sosial termasuk dirinya
sendiri
7 Faktor Perkembangan Kognitif
1. Ingatan (memory)
2. Pengertian lisan (Verbal
comprehension)
3. Kemampuan angka-angka (Numerical
ability)
4. Pengelihatan keruangan (Spatial
visualization)
5. Kemampuan penginderaan (Perceptual
ability)
6. Penalaraan (Reasoning)
7. Kelancaran kata-kata (Word fluency)
Jean Piaget berpendapat bahwa setiap
orang mempunyai system pengaturan dari dalam
sistem kognitifnya.
-kematangan
-pengalaman
-ekulibirasi
-transmisi sosial
Tahap-Tahap
Perkembangan Kognitif
1.masa sensorik-motorik 0(dari 0-2 tahun)
2.masa praoperasional (2-7 tahun)
3.masa konkrit operasional (selanjutnya sampai 11 tahun)
4.masa formal operasional (sampai dewasa)
Ciri-ciri Tahap Perkembangan Kognitif Tahap
Operasional
1.
Ditandai
dengan kemampuan untuk mengolah informasi
2.
Memiliki
penalaran hipotesis dedukatif yaitu untuk mengembangkan danmenguji hipotesis
dengan melakukn eksperimen sebagai alat pembuktiannya.
3.
Dapat
penyimbolan informasi
4.
Kemampuan
dalam mengintegrasikan apa yang mereka pelajari
5.
Mampu
membuat rencana-rencana di masa yang akan datang
6.
Pikiran
cenderung fleksibel dan memiliki implikasi emosional
7.
Belajar
untuk mencintai kebebasan berpkir dan membenci sikap eksploitasi pada pola
pikir
Perkembangan emosi
Emosi menjadi sulit untuk didefinisikan oleh karena sifatnya yang tidak
tetap.
Memahami emosi akan membantu
seseorang untuk dapat memandu mereka dalam situasi sosial, berbicara tentang
perasaan dirinya atau orang lain dan untuk lebih mampu mengontrol diri.
Tiga Pasang Dimensi Emosi (W. Wundt)
Lust – Unlust
(senang tak senang)
pannung – Losung (tegak tak tegak
Erreggang – Baruhigung (semangat-tenang)
Perkembangan sosial
Gejolak emosi dan masalah
remaja lain pada umumnya disebabkan adanya konflik peran sosial. Di satu pihak ia sudah ingin mandiri
sebagai orang dewasa, di pihak lain ia masih harus terus mengikuti kemauan
orang tua.
Perkembangan moral
• Cukup penting dalam jiwa remaja.
• Mengendalikan tingkah laku anak
yang beranjak dewasa.
• Kenakalan remaja akibat tidak ada
moral
Perubahan Psikologi Masa Remaja
•
Perubahan fisik pada masa puber
mempengaruhi keadaan fisik dan psikologi ramaja. Meskipun akibatnya
bersifat sementara, namun menimbulkan perubahan dalam pola prilaku.
•
Sering merasa gelisah, resah, ada konflik batin dengan orang tua, minat meluas, tidak menetap, pergaulan (mulai berkelompok), tetapi
sering muncul perasaan asing, mulai mengenal
lawan jenis atau pacaran, serta tidak stabilnya prestasi atau pelajaran sekolah.
Faktor-faktor
penyebab terjadinya masalah pada remaja
1. Adanya perubahan psikologis, dan biologis.
2.Orang tua dan pendidik kurang siap untuk memberikan informasi yang benar
dan tepat waktu karena
ketidaktauannya
3.Perbaikan gizi yang menyebabkan
menarche, menjadi lebih dini
4.Masih banyak kejadian kawin
muda
5.Membaiknya saranan komunikasi
dan transportasi akibat kemajuan teknologi.
6.Kurangnya pemanfaatan
penggunaan sarana untuk menyalurkan gejolak remaja.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar