KONSEPSI
Konsepsi adalah: pertemuan antara sperma dan sel telur
yang menandai awal kehamilan.
Peristiwa ini merupakan rangkaian kejadian meliputi
:
-
Pembentukkan gamet (telur dan sperma)
-
Ovulasi (pelepasan telur)
-
Pengabungan gamet
-
Implatansi embrio didalam uterus
Lapisan pelindung yang mengelilingi ovum :
-
Membran tebal tidak terbentuk, disebut zona Pelucida.
-
Lingkaran luar disebut Korona radiata, terdiri dari sel-sel
oval dipersatukan oleh asam hialuronat
Ovum subur selama 24 jam setela
ovulasi. Apabila tidak difertilisasi
oleh sperma, ovum berdegenerasi
dan direabsorbsi
SPERMATOZOA
Spermatozoa terdiri dari 3 bagian yaitu
-
Kaput(kepala) yang mengandung bahan nucleus
-
Ekor berguna untuk bergerak
-
Bagian silindrik, menghubungkan kepala dan ekor.
-
Saat coitus kira-kira 3-5cc semen di tumpakan dalam fronik
posterior, dengan jumlah spermatozoa sekitar 200-500 juta. Dengan gerakan
ekornya sperma masuk dalam khanalis serfikalis.
-
Spermatozoa dapat mencapai ampula, kira-kira 1jam setelah
coitus. Ampula tuba merupakan tempat terjadinya fertilisasi
-
Dalam sel Reproduksi wanita , spermatozoa mengalami kapasitas
sebelum membuahi ovum.
-
Kapasitas terjadi dalam rongga uterus dan tuba yaitu berupa
pelepasan lapisan pelindung disekitar akrozom.
-
Setelah ini terjadilah reaksi Akrosomik yaitu pembentukkan
lobang-lobang kecil pada akrosom tempat dilepaskannya enzim-enzim yang dapat
melisiskan corona radiata dan zona pelucida. Setidaknya dikenal dua enzim yaitu
·
CPE (Corona Penetrating Enzyme) yang mencerna corona radiata
·
Hialuronidase yang mencerna zona pelusida
FERTILISASI
Penghamilan (fertilisasi) adalah terjadinya
pertemuan dan persenyawaan antara sel mani dan sel telur. Fertilisasi terjadi di ampula
tuba. Syarat dari setiap kehamilan adalah harus ada: spermatozoa,Ovum,Pembuahan
Ovum (Konsepsi) dan nidasi hasil
konsepsi. Dalam Literatur istilah lain yang sering di pakai untuk fertilisasi
adalah konsepsi, fekondas atau pembuahan
Dengan fertilisasi inti ovum berubah
menjadi pronukleus betina, sementara spermatozoon setelah melepaskan ekornya
berubah menjadi pronukleus jantan. Kedua Pronukleus ini akhirnya melebur di
tengah-tengah sitoplasma sel telur dan terjadilah zigot, sebuah sel tunggal,
awal sebuah kehidupan baru makhluk manusia.
Hasli fertilisasi :
-
Kembalinya sel dengan
jumlah kromosom diploid (2n) pada manusia dengan jumlah diploid adalah 46
-
Penurunan / pewarisan sifat-sifat spesies
-
Ini di sebabkan karena zigot mengandung separuh sifat Ibunya
dan separuh sifat Ayahnya
-
Penentuan jenis kelamin
Jenis kelamin di
tentukkan diawal terjadinya pembuahan.
Pada manusia struktur (46,xx) adalah wanita, sedangkan (46,xy) adalah
laki-laki.
-
Permulaan pembelahan segmentasi (clevage)
-
Segera setelah terjadinya pembuahan, zigot dalam 8-14 jam
akan memulai pembelahan segmentasi pertama, yang disusul dengan
pembelahan-pembelahan selanjutnya dengan kecepatan tiap 10-12 jam.
NIDASI
(IMPLANTASI)
-
Peristiwa tertanamnya/ bersarangnya sel telur yang telah
dibuahi (fertilized eeg ) ke dalam endometrium
-
Sel telur yang dibuahi (zigot) membela diri membentuk bola
padat terdiri atas sel-sel anak yang lebih kecil disebut Blastomer.
2 struktur
penting di dalam blastula adalah
1. Lapisan Luar di sebut
Trofoblas, yang akan menjadi plasenta
2. Embrioblas (inner cell mass)
yang akan menjadi janin
Pembuluh darah endometrium pecah dan
sebagian wanita mengalami pendarahan ringan akibat implantasi (bercak darah/
pendarahan ringan pada saat seharusnya terjadi menstruasi berikutnya).
Villi
korion yang berbentuk seperti jari, terbentuk diluat trovoblas dan menyusup
masuk dalam daerah yang mengandung banyak darah dan dapat oksigen serta gizi
dari aliran darah ibu serta membuang karbodioksida dan produk sisa dalam darah
ibu. Setelah implantasi, endometrium disebut desidua. Desidua yang terdapat antara telur dan
dinding rahim disebut desidua basalis. Bagian yang menutup blastosis atau
desidua yang terdapat antara telur dan cavum uteri ialah: desidua kapsularis
dan bagian yang melapisi sisa uterus adalah desidua vera.
EMBRYOGENESIS
Endoderm (lapisan terdalam, dekat
amnion): traktus digestivus, traktus respiratorius
Mesoderm
(lapisan tengah): musculus, tulang, jaringan connectivus tissue, traktus
reproductive, sistem circulatorius.
Ectoderm
(lapisan terluar, dekat yolk sac): sistem nervosum system, kulit dan
derivatnya(lensa mata)
IMPLANTASI
Plasentasi
Pada minggu kedelapan seluruh kantong korion
telah ditutupi villi koriales.
Kantong
korin akan semakin besar – villi yang ada diseberang janin (daerah desidua
kapsullaris) makin terjepit – degenerasi – daerah ini jadi halus – korion halus
atau korion laeve
Insersi
tali pusat pada plasenta yaitu sentralis, parasentralis, marginalis, dan
insersi viilamentosa
Saptium Intervilosum
Merupakan perluasan lakuna-lakuna yang
terbentuk dalam sinsisiotropoblast yang dibatasi lempeng korion disebelah
dalamdan desidua basalis disebelah luar.
Dibagi
menjadi ruang-ruang kecil oleh sekat plasenta. Bagian paling pinggir disebut
sinus marginalis.
Korion
dan Amnion
Lapisan
sitotropoblas pada ujung villi tumbuh dan menembus sisitiotropoblas yang akan
menempel pada desidua basalis – anchoring villi.
Masing
anchoring villi akan saling melebar dan berhubungan satu dengan yang lainnya
membentuk cytotrophoblastikc shell (melekatnya plasenta secara kuat pada esidua
basalis).
Korion
dan aminion ini membentuk selaput ketuban. Plasenta melekat ke endometrium
(desidua basalis) melalui bangunan yang disebut cytotropoblast shell dan
anchoring villi
Sirkulasi Plasenta
Darah
Venosa (tanpa oksigen) meninggalkan janin melalui umblikalis dan masuk dalam
plasenta.
Fungsi Plasenta
1. Alat Transfer yang meliputi :
Difusi sederhana, difusi yang dipercepat/ dipermudah, transport aktif,
pinositosis dan kebocoran
Bentuk Dan Sisa Plasenta
Bentuk
plasenta oval dengan ukuran makin besar sesuai umur kehamilan, pada kehamilan
aterm ukurannya kira-kira 25cm x 25cm dengan ketebalan 2-3cm
Sisa plasenta terdiri dari:
Sisi material:
1. Terdiri atas desidua basalis
dan sirkulasinya
2. Berwarna merah
Sisi Vetal :
1
Terdiri atas villi chorialis dan sirkulasinya
2
Diselimuti oleh amnion sehingga nampak abu-abu
Cairan Amnion
-
Terbentuk mulai hari ke10-12 setelah pembuahan
-
Volume makin bertambah sesuai umur kehamilan, 12 minggu
kurang lebi 50ml, 20 minggu kurang lebih 350 -400ml, 36-38 minggu 1liter.
-
Berasal dari transudasi plasma maternal, urine janin
Fungsinya:
1. Agar janin dapat bergerak
bebas
2. Menjaga temperature
3. Mencegah Trauma Langsung
4. Mencegah Perlengketan Jani
pada Selaput Ketuban
5. Pada persalinan ikut
membentuk dilatasi serviks
Tidak ada komentar:
Posting Komentar