Jumat, 03 Juni 2016

KONSEPSI



                             KONSEPSI
            
           Konsepsi  adalah: pertemuan antara sperma dan sel telur yang menandai awal kehamilan.
 Peristiwa ini merupakan rangkaian kejadian meliputi :
-          Pembentukkan gamet (telur dan sperma)
-          Ovulasi (pelepasan telur)
-          Pengabungan gamet
-          Implatansi embrio didalam uterus
     Lapisan pelindung yang mengelilingi ovum :
-          Membran tebal tidak terbentuk, disebut zona Pelucida.
-          Lingkaran luar disebut Korona radiata, terdiri dari sel-sel oval dipersatukan oleh asam hialuronat
        Ovum subur selama 24 jam setela ovulasi.  Apabila tidak difertilisasi oleh sperma, ovum                                                                                 berdegenerasi dan direabsorbsi

                                              SPERMATOZOA
Spermatozoa terdiri dari 3 bagian yaitu
-          Kaput(kepala) yang mengandung bahan nucleus
-          Ekor berguna untuk bergerak
-          Bagian silindrik, menghubungkan kepala dan ekor.
-          Saat coitus kira-kira 3-5cc semen di tumpakan dalam fronik posterior, dengan jumlah spermatozoa sekitar 200-500 juta. Dengan gerakan ekornya sperma masuk dalam khanalis serfikalis.
-          Spermatozoa dapat mencapai ampula, kira-kira 1jam setelah coitus. Ampula tuba merupakan tempat terjadinya fertilisasi
-          Dalam sel Reproduksi wanita , spermatozoa mengalami kapasitas sebelum membuahi ovum.
-          Kapasitas terjadi dalam rongga uterus dan tuba yaitu berupa pelepasan lapisan pelindung disekitar akrozom.
-          Setelah ini terjadilah reaksi Akrosomik yaitu pembentukkan lobang-lobang kecil pada akrosom tempat dilepaskannya enzim-enzim yang dapat melisiskan corona radiata dan zona pelucida. Setidaknya dikenal dua enzim yaitu
·         CPE (Corona Penetrating Enzyme) yang mencerna corona radiata
·         Hialuronidase yang mencerna zona pelusida

                                                      FERTILISASI
          Penghamilan (fertilisasi) adalah terjadinya pertemuan dan persenyawaan antara sel mani dan     sel telur. Fertilisasi terjadi di ampula tuba. Syarat dari setiap kehamilan adalah harus ada: spermatozoa,Ovum,Pembuahan Ovum (Konsepsi)  dan nidasi hasil konsepsi. Dalam Literatur istilah lain yang sering di pakai untuk fertilisasi adalah konsepsi, fekondas atau pembuahan
    Dengan fertilisasi inti ovum berubah menjadi pronukleus betina, sementara spermatozoon setelah melepaskan ekornya berubah menjadi pronukleus jantan. Kedua Pronukleus ini akhirnya melebur di tengah-tengah sitoplasma sel telur dan terjadilah zigot, sebuah sel tunggal, awal sebuah kehidupan baru makhluk manusia.
     Hasli fertilisasi :
-            Kembalinya sel dengan jumlah kromosom diploid (2n) pada manusia dengan jumlah diploid adalah 46
-          Penurunan / pewarisan sifat-sifat spesies
-          Ini di sebabkan karena zigot mengandung separuh sifat Ibunya dan separuh sifat Ayahnya
-          Penentuan jenis kelamin
Jenis kelamin di tentukkan diawal  terjadinya pembuahan. Pada manusia struktur (46,xx) adalah wanita, sedangkan (46,xy) adalah laki-laki.
-          Permulaan pembelahan segmentasi (clevage)
-          Segera setelah terjadinya pembuahan, zigot dalam 8-14 jam akan memulai pembelahan segmentasi pertama, yang disusul dengan pembelahan-pembelahan selanjutnya dengan kecepatan tiap 10-12 jam.

                                            NIDASI (IMPLANTASI)
-          Peristiwa tertanamnya/ bersarangnya sel telur yang telah dibuahi (fertilized eeg ) ke dalam endometrium
-          Sel telur yang dibuahi (zigot) membela diri membentuk bola padat terdiri atas sel-sel anak yang lebih kecil disebut Blastomer.
2 struktur penting di dalam blastula adalah
1.      Lapisan Luar di sebut Trofoblas, yang akan menjadi plasenta
2.      Embrioblas (inner cell mass) yang akan menjadi janin

    Pembuluh darah endometrium pecah dan sebagian wanita mengalami pendarahan ringan akibat implantasi (bercak darah/ pendarahan ringan pada saat seharusnya terjadi menstruasi berikutnya).
Villi korion yang berbentuk seperti jari, terbentuk diluat trovoblas dan menyusup masuk dalam daerah yang mengandung banyak darah dan dapat oksigen serta gizi dari aliran darah ibu serta membuang karbodioksida dan produk sisa dalam darah ibu. Setelah implantasi, endometrium disebut desidua.  Desidua yang terdapat antara telur dan dinding rahim disebut desidua basalis. Bagian yang menutup blastosis atau desidua yang terdapat antara telur dan cavum uteri ialah: desidua kapsularis dan bagian yang melapisi sisa uterus adalah desidua vera.


                                           EMBRYOGENESIS

          Endoderm (lapisan terdalam, dekat amnion): traktus digestivus, traktus respiratorius
Mesoderm (lapisan tengah): musculus, tulang, jaringan connectivus tissue, traktus reproductive, sistem circulatorius.
Ectoderm (lapisan terluar, dekat yolk sac): sistem nervosum system, kulit dan derivatnya(lensa mata)

                                        IMPLANTASI
  Plasentasi
          Pada minggu kedelapan seluruh kantong korion telah ditutupi villi koriales.
Kantong korin akan semakin besar – villi yang ada diseberang janin (daerah desidua kapsullaris) makin terjepit – degenerasi – daerah ini jadi halus – korion halus atau korion laeve
Insersi tali pusat pada plasenta yaitu sentralis, parasentralis, marginalis, dan insersi viilamentosa

  Saptium Intervilosum
       Merupakan perluasan lakuna-lakuna yang terbentuk dalam sinsisiotropoblast yang dibatasi lempeng korion disebelah dalamdan desidua basalis disebelah luar.
Dibagi menjadi ruang-ruang kecil oleh sekat plasenta. Bagian paling pinggir disebut sinus marginalis.
Korion dan Amnion
Lapisan sitotropoblas pada ujung villi tumbuh dan menembus sisitiotropoblas yang akan menempel pada desidua basalis – anchoring villi.
Masing anchoring villi akan saling melebar dan berhubungan satu dengan yang lainnya membentuk cytotrophoblastikc shell (melekatnya plasenta secara kuat pada esidua basalis).
Korion dan aminion ini membentuk selaput ketuban. Plasenta melekat ke endometrium (desidua basalis) melalui bangunan yang disebut cytotropoblast shell dan anchoring villi
   Sirkulasi Plasenta
Darah Venosa (tanpa oksigen) meninggalkan janin melalui umblikalis dan masuk dalam plasenta.

      Fungsi Plasenta
1.      Alat Transfer yang meliputi : Difusi sederhana, difusi yang dipercepat/ dipermudah, transport aktif, pinositosis dan kebocoran

Bentuk Dan Sisa Plasenta
Bentuk plasenta oval dengan ukuran makin besar sesuai umur kehamilan, pada kehamilan aterm ukurannya kira-kira 25cm x 25cm dengan ketebalan 2-3cm
    Sisa plasenta terdiri dari:
          Sisi material:
1.      Terdiri atas desidua basalis dan sirkulasinya
2.      Berwarna merah
Sisi Vetal :
1 Terdiri atas villi chorialis dan sirkulasinya
2 Diselimuti oleh amnion sehingga nampak abu-abu

             Cairan Amnion
-          Terbentuk mulai hari ke10-12 setelah pembuahan
-          Volume makin bertambah sesuai umur kehamilan, 12 minggu kurang lebi 50ml, 20 minggu kurang lebih 350 -400ml, 36-38 minggu 1liter.
-          Berasal dari transudasi plasma maternal, urine janin

Fungsinya:
1.      Agar janin dapat bergerak bebas
2.      Menjaga temperature
3.      Mencegah Trauma Langsung
4.      Mencegah Perlengketan Jani pada Selaput Ketuban
5.      Pada persalinan ikut membentuk dilatasi serviks


                                                         
                                                              
















Tidak ada komentar:

Posting Komentar