Jumat, 03 Juni 2016

karakteristik remaja



1 Ciri-ciri atau Karakteristik Psikologi Remaja

   a. Perkembangan Fisik Psikologi Remaja
         Fase remaja adalah periode kehidupan manusia yang sangat strategis, penting dan   berdampak luas bagi perkembangan berikutnya. Pada remaja awal, pertumbuhan fisiknya sangat pesat tetapi tidak proporsional, misalnya pada hidung, tangan, dan kaki. Pada  remaja akhir,proporsi tubuhmencapai ukuran tubuh orang dewasa dalam semua  bagiannya (Syamsu Yusuf :2005). Berkaitan dengan perkembangan fisik ini,  perkembangan terpenting adalah aspek seksualitas ini dapat dipilah menjadi dua bagian, yakni :
   1. Ciri-ciri Seks Primer
      Perkembangan psikologi remaja pria mengalami pertumbuhan pesat pada organ testis,   pembuluh yang memproduksi sperma dan kelenjar prostat. Kematangan organ-organ  seksualitas ini memungkinkan remaja pria, sekitar usia 14 – 15 tahun, mengalami “mimpi basah”, keluar sperma. Pada remaja wanita, terjadi pertumbuhan cepat pada organ rahim dan ovarium yang memproduksi ovum (sel telur) dan hormon untuk kehamilan. Akibatnya terjadilah siklus “menarche” (menstruasi pertama). Siklus awal menstruasi sering diiringi dengan sakit kepala, sakit pinggang, kelelahan, depresi, dan mudah tersinggung. Psikologi remaja
   2.Ciri-ciri Seks Sekunder
       Perkembangan psikologi remaja pada seksualitas sekunder adalah pertumbuhan yang melengkapi kematangan individu sehingga tampak sebagai lelaki atau perempuan. Remaja pria mengalami pertumbuhan bulu-bulu pada kumis, jambang, janggut, tangan, kaki, ketiak, dan kelaminnya. Pada pria telah tumbuh jakun dan suara remaja pria berubah menjadi parau dan rendah. Kulit berubah menjadi kasar. Pada remaja wanita juga mengalami pertumbuhan bulu-bulu secara lebih terbatas, yakni pada ketiak dan kelamin. Pertumbuhan juga terjadi pada kelenjar yang bakal memproduksi air susu di buah dada, serta pertumbuhan pada pinggul sehingga menjadi wanita dewasa secara proporsional.
b. Perkembangan Kognitif Psikologi Remaja
Pertumbuhan otak mencapai kesempurnaan pada usia 12–20 thn secara fungsional, perkembangan kognitif (kemampuan berfikir) remaja dapat digambarkan sebagai berikut
       a. Secara intelektual remaja mulai dapat berfikir logis tentang gagasan abstrak
       b. Berfungsinya kegiatan kognitif tingkat tinggi yaitu membuat rencana, strategi,        membuat keputusan-keputusan serta memecahkan masalah.                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      
       c. Sudah mampu menggunakan abstraksi-abstraksi, membedakan yang konkrit                                                                                                                                                                                                                                                        
           dan abstrak
        d. Munculnya kemampuan nalar secara ilmiah, belajar menguji hipotesis
         e. Memikirkan masa depan,perencanaan,dan mengeksplorasi alternatif untuk                                                                                                                       
             mencapainya.
          f. Mulai menyadari proses berfikir efisien dan belajar berinstropeksi
          g. Wawasan berfikirnya semakin meluas, bisa meliputi agama, keadilan,  
              moralitas, dan identitas (jati diri)

c. Perkembangan Emosi Psikologi Remaja

Remaja mengalami puncak emosionalitasnya, perkembangan emosi tingkat tinggi.Perkembangan emosi remaja awal menunjukkan sifat sensitif, reaktif yang kuat, emosinya bersifat negatif dan temperamental (mudah tersinggung, marah, sedih, dan murung). Sedangkan remaja akhir sudah mulai mampu mengendalikannya. Remaja yang berkembang di lingkungan yang kurang kondusif, kematangan emosionalnyaterhambat. Sehingga sering mengalami akibat negatif berupa tingkah laku “salah suai”, misalnya :
         1) Agresif : melawan, keras kepala, berkelahi, suka menggangu dan lain-lainnya
         2) Lari dari kenyataan (regresif) : suka melamun, pendiam, senang menyendiri,
              mengkonsumsi obat penenang, minuman keras, atau obat terlarang
Sedangkan remaja yang tinggal di lingkungan yang kondusif dan harmonis dapat membantu kematangan emosi remaja menjadi :
        1) Adekuasi (ketepatan) emosi : cinta, kasih sayang, simpati, altruis (senang
            menolong), respek (sikap hormat dan menghormati orang lain), ramah, dan       
            lain-lainnya
        2) Mengendalikan emosi : tidak mudah tersinggung, tidak agresif, wajar,  
            Optimistik, tidak meledak-ledak, menghadapi kegagalan secara sehat dan bijak



d. Pekembangan Moral Psikologi Remaja
Remaja sudah mampu berperilaku yang tidak hanya mengejar kepuasan fisik saja, tetapi meningkat pada tatanan psikologis (rasa diterima, dihargai, dan penilaian positif dari orang lain).
e. Perkembangan Sosial Psikologi Remaja
Remaja telah mengalami perkembangan kemampuan untuk memahami orang lain (social cognition) dan menjalin persahabatan. Remaja memilih teman yang memiliki sifat dan kualitas psikologis yang relatif sama dengan dirinya, misalnya sama hobi, minat, sikap, nilai-nilai, dan kepribadiannya.
Perkembangan sikap yang cukup rawan pada remaja adalah sikap comformity yaitu kecenderungan untuk menyerah dan mengikuti bagaimana teman sebayanya berbuat. Misalnya dalam hal pendapat, pikiran, nilai-nilai, gaya hidup, kebiasaan, kegemaran, keinginan, dan lain-lainnya.
f. Perkembangan Kepribadian Psikologi Remaja
Psikologi remaja. Isu sentral pada remaja adalah masa berkembangnya identitas diri (jati diri) yang bakal menjadi dasar bagi masa dewasa. Remaja mulai sibuk dan heboh dengan problem “siapa saya?” (Who am I ?). Terkait dengan hal tersebut remaja juga risau mencari idola-idola dalam hidupnya yang dijadikan tokoh panutan dan kebanggaan. Faktor-faktor penting dalam perkembangan integritas pribadi remaja (psikologi remaja) adalah :
         1) Pertumbuhan fisik semakin dewasa, membawa konsekuensi untuk berperilaku
             dewasa pula
          2) Kematangan seksual berimplikasi kepada dorongan dan emosi-emosi baru
          3) Munculnya kesadaran terhadap diri dan mengevaluasi kembali obsesi dan
               Cita-citanya
          4) Kebutuhan interaksi dan persahabatan lebih luas dengan teman sejenis dan
              lawan jenis
          5) Munculnya konflik-konflik sebagai akibat masa transisi dari masa anak  
             Menuju  dewasa. Remaja akhir sudah mulai dapat memahami, mengarahkan,
              mengembangkan, dan memelihara identitas diri


Tindakan antisipasi remaja akhir adalah:
1) Berusaha bersikap hati-hati dalam berperilaku dan menyikapi kelebihan dirinya
2) Mengkaji tujuan dan keputusan untuk menjadi model manusia yang diidamkan
3) Memperhatikan etika masyarakat, kehendak orang tua, dan sikap teman-temannya
4) Mengembangkan sikap-sikap pribadinya

g. Perkembangan Kesadaran Beragama
Iman dan hati adalah penentu perilaku dan perbuatan seseorang. Bagaimana perkembangan spiritual ini terjadi pada psikologi remaja? Sesuai dengan perkembangannya kemampuan kritis psikologi remaja hingga menyoroti nilai-nilai agama dengan cermat. Mereka mulai membawa nilai-nilai agama ke dalam kalbu dan kehidupannya. Tetapi mereka juga mengamati secara kritis kepincangan-kepincangan di masyarakat yang gaya hidupnya kurang memedulikan nilai agama, bersifat munafik, tidak jujur, dan perilaku amoral lainnya.


Mengenal Sifat dan Karakter Anak Remaja


Masa remaja adalah masa yang paling berkesan, paling indah, dan paling tidak terlupakan. Betul tidak.? Akan tetapi ada sebagaian orang mengartikan Masa remaja adalah masa yang penuh kesulitan, dikarenakan memang dimasa remaja itu mereka akan menghadapi beberapa masalah. Ini adalah pendapat para pakar psikologi remaja, bahwa di usia mereka itu sangat rawan atau rentan dengan masalah. Dalam hal ini bahwa kita juga sudah pasti tahu bahwa setiap manusia selalu tidak luput dari berbagai masalah dalam kehidupan. Namun di masa usia remaja tentunya berbeda dengan orang-orang yang sudah dewasa yang bisa menghadapi masalah dengan lebih tenang.

Emosi Anak Remaja tidak terkendali dan sangat mudah dipengaruhi oleh pergaulan lingkungan, karena memang dikatakan Anak remaja cenderung labil. Hal ini yang membuat para anak remaja menemui kesulitan dalam menghadapai setiap masalah yang datang terhadapnya. Malahan tidak sedikit dari satu masalah bisa timbul masalah lain hanya karena sifat remaja yang memang belum mampu menghadapi masalah dengan benar.





Sifat dan Karakteristik Anak Remaja

Menurut para ahli psikologi, Ada beberapa bahkan banyak faktor yang akan membuat anak remaja selalu tertimpa masalah. seperti :
  • Anak remaja cenderung memiliki emosi yang labil dan mereka jarang ada yang bisa mengontrol semua emosi.
  • Anak remaja selalu tidak bisa menahan setiap keinginannya, yang akhirnya akan mengakibatkan beban orang tua karena terus selalu minta dan minta kepada orang tua. Jika si orang tua tidak mengabulkan keinginannya, maka si anak remaja tersebut bisa marah dan menimbulkan masalah lain.
  • Anak remaja sangat mudah terpengaruh oleh hal-hal yang ada di sekelilingnya. Contohnya terpengaruh dalam pergaulan, dimana ia bergaul dan mereka selalu terpengaruh walau pergaulan itu mendorong ke hal-hal yang negatif
  • Anak remaja umumnya sering merasa canggung, kaku, dan cenderung pemalu bila berada di lingkungan sosialisasi.
  • Anak remaja biasanya suka membuat kelompok-kelompok dalam pergaulan yang sering di sebut Geng. Pengelompokan sosial ini sering menimbulkan pergesekan antar anak remaja hingga muncul perselisihan.
  • Anak remaja memiliki jiwa pemberontak atau tidak suka diatur. Contohna ketika ia dilarang sedikit saja atau dimarahi oleh orang tuanya, biasanya tidak sedikit dari mereka sulit menerima meskipun mereka terlihat diam atau tidak membantah. Yang akan mereka lakukan menyimpan dalam hati semua unek-uneknya dan akan menjadikan rasa dendam baginya.
  • Anak remaja punya rasa keingintahuan yang tinggi, sehingga mereka akan selalu mengeksplorasi apapun yang ada dekat mereka. Nah, hal inilah yang ditakutkan ketika mereka menemukan hal-hal yang negatif, tak sedikit anak remaja yang mengeksplorasi hal negatif yang akan mengakibatkan rusaknya kepribadian mereka. Hal-hal yang buruk yang kerap mereka dapati tidak selalu di lingkungan mereka bermain, ada pula di tempat mereka belajar, atau tempat mereka mencari hiburan. Sebagai contoh : Jika mereka sudah mengenal Internet, tak sedikit yang mereka lakukan membuka situs-situs yang dapat merusak moral mereka.
Itulah beberapa sifat karakteristik anak remaja yang kerap membuat mereka sering terkena masalah. Pada umumnya masalah yang mendatangi anak remaja tidak jauh dari pergaulan mereka sendiri, cinta, atau bahkan keluarga mereka juga.

Sebagai orang tualah yang memiliki peran penting yang sangat berdampak besar bagi perkembangan jiwa anak remaja. Orang tua harus selalu mendampingi, ketika mereka melakukan kesalahan jangan lantas dipersalahkan dengan makian kasar ataupun hinaan, karena hal itu hanya akan membuat anak semakin terpuruk dan akhirnya akan menjadi dendam dalam hatinya.

Bimbingan orang tua sangat penting bagi anak remaja. Ketika mereka memiliki keluhan dengan suatu masalah, sebagai orang tua sebaiknya mendengarkan dan mencari penyebabnya hingga dapat menyelesaikannya.
                    

Tidak ada komentar:

Posting Komentar