ANASTESI EPIDURAL
Seperti pada
anestesi umum, obat-obatan serta mesin anestesia disiapkan sebelum
penderita masuk ruangan ; begitu pula dengan monitor standar. Persiapan
termasuk vasopressor untuk mencegah hipotensi, oksigen suplemen melalui nasal
kanula atau masker
untuk
mengatasi depresi pernapasan akibat sedatif atau anestetik
Jarum ini mempunyai stylet dan ujungnya tumpul
dengan lubang pada sisi lateral dan mempunyai dinding tipis yang dapat dilalui
kateter ukuran 20. Jarum ukuran 22 sering digunakan untuk tehnik dosis tunggal.
A. Menentukan
posisi pasien
Pasien dapat
diposisikan pada posisi duduk, posisi lateral atau posisi prone dengan
pertimbangan yang sama dengan anestesi spinal.
B. Identifikasi
Ruang epidural.
Ruang
epidural teridentifikasi setelah ujung jarum melewati ligamentum flavum
dan menimbulkan tekanan negatif pada ruang epidural. Metode untuk
identifikasi ini dibagi dalam dua kategori : loss of resistance tehnik
dan hanging drop tehnik.
1. Loss
of resistence tehnik.
Tehnik
ini adalah cara yang umum dipakai untuk identifikasi ruang
epidural. Cara ini dengan mengarahkan jarum melewati kulit masuk
kedalam ligamentum interspinosus, dimana dibuktikan oleh adanya tahanan. Pada
saat ini intraduser dikeluarkan dan jarum dihubungkan dengan spoit yang
diisi dengan udara atau Nacl 0,9 %, kemudian tusukan dilanjutkan sampai
keruang epidural.
Ada
dua cara mengendalikan kemajuan penempatan jarum:
1.
menempatkan dua jari menggenggam spoit dan
jarum dengan tekanan tetap pada pangkalnya sehingga jarum begerak kedepan
sampai jarum masuk kedalam ruang epidural.
Pendekatan lain dengan menempatkan jarum beberapa millimeter dan
saat itu dihentikan dan kendalikan dengan hati-hati. Dorsum tangan non dominan
menyokong belakang pasien dengan ibu jari dan jari tengah memegang poros
jarum. Tangan non dominan mengontrol masuknya jarum epidural dan setelah itu
ibu jari tangan dominan menekan fluger dari spoit. Ketika ujung jarum berada
dalam ligamentum fluger tidak bisa ditekan dan dipantulkan kembali, tetapi ketika
jarum masuk ruang epidural terasa kehilangan tahanan dan fluger mudah ditekan
dan tidak dipantulkan kembali.
suntikan
dengan Nacl 0,9 % atau udara yang dipakai pada loss of resistens tehnik
tergantung pada pilihan praktisi. Ada beberapa laporan gelembung
udara menyebabkan inkomplet atau blok tidak sempurna;
betapapun ini terjadi hanya dengan udara dalam jumlah yang banyak.
Gambar.
Posisi tangan pada jarum epidural
2. Hanging
Drop tehnik.
Dengan
tehnik ini jarum ditempatkan pada ligamentum intrspinosus , pangkal jarum
diisi dengan cairan Nacl 0,9 % sampai tetesan menggantung dari
pangkal jarum.
Selama jarum
melewati struktur ligamen tetesan tidak bergerak; akan tetapi waktu
ujung jarum melewati ligamentum flavum dan masuk dalam ruang epidural, tetesan
cairan ini terisap masuk oleh karena adanya tekanan negatif dari ruang
epidural. Jika jarum menjadi tersumbat, atau tetesan cairan
tidak akan terisap masuk maka jarum telah melewati ruang epidural yang ditandai
dengan cairan serebrospinal pada pungsi dural. Sebagai konsekuensi tehnik
hanging drop biasanya digunakan hanya oleh praktisi yang berpengalaman .
Gambar.
Cara memasukkan jarum kedalam ruang epidural
C. Pilihan tingkat block.
Anestesia
epidural dapat dilakukan pada salah satu dari empat segmen dari tulang
belakang (cervical, thoracic, lumbar, sacral). Anestesia epidural pada segmen
sacralis biasanya disebut sebagai anesthesia caudal.
1. Lumbar epidural
anesthesia.
a. Midline
approach.
Pasien
diposisikan, dipersiapkan dan ditutup kain steril dan diidentifikasi
interspace L4-5 sejajar Krista iliaka. Interspace dipilih dengan palpasi apakah
level L3-4 atau L4-5. Jarum ukuran 25 digunakan untuk anestesi local dengan
infiltrasi dari suferfisial sampai kedalam ligamentum interspinosa dan
supraspinosa. Jarum ukuran 18 G dibuat tusukan kulit untuk dapat dilalui jarum
epidural. Jarum epidural dimasukkan terus pada tusukan kulit dan
dilanjutkan kearah sedikit kecephalad untuk memperkirakan lokasi
ruang interlaminar dan sebagai dasar adalah pada perocesus spinosus superior.
Setelah jarum masuk pada struktur ligamentum , spoit dihubungkan dengan
jarum dan tahanan diidentifikasi. Poin utama disini bahwa adanya perasaan jarum
masuk pada struktur ligamentum.
jelas adalah
akibat tahanan pada otot paraspinosus atau lapisan lemak mengakibatkan injeksi .
Apabila ini terjadi penempatan jarum pada ligamentum diperbaiki, kemudian jarum
dilanjutkan masuk keruang epidural dan loss of resistensi diidentifikasi dengan
Hati-hati.
|
|
Gambar.
anestesi epidural lumbal: pendekatan median.
b. Paramedian approach
Biasanya
dipilih pada kasus dimana operasi atau penyakit sendi degeratif
sebelumnya ada kontra indikasi dengan median approach. Tehnik ini lebih mudah
bagi pemula, karena saat jarum bergerak kedalam ligamen dan
perubahan tahanan tidak terjadi, maka jarum masuk ke otot
paraspinosus dan tahanan hanya dirasakan bila jarum sampai pada ligamentum flavum.
Pasien diposisikan,
dipersiapkan dan ditutupi kain streril seperti pada mid line approach.
Jarum ditusukkan kira-kira 2-4 cm kelateral garis tengah pada bagian bawah
processus spinosus superior. Tusukan kulit dibuat dan jarum epidura
langsung diarahkan kecephalad seperti pada median approach dan
kemudian jarum dilanjutkan kearah midline. Setelah strukur dermal
ditembusi spoit dihubungkan dengan jarum dan selanjutnya jarum masuk masa
otot psraspinosus akan terasa tahanan minimal dan kemudian sampai
ada peningkatan tahanan yang tiba-tiba ketika jarum sampai pada ligamentum
flavum. Jika jarum telah melewati ligamentum flavum dan setelah loss of resiten
teridentifikasi maka jarum telah masuk kedalam ruang epidural.
Gambar. Anestesia epidural lumbal : pendekatan
paramedian
.
2.
Thoracic epidural anesthesia.
Thoracic
epidural anesthesia adalah tehnik yang lebih sulit dari pada lumbar
epidural anesthesia , dan kemungkinan untuk trauma pada medulla spinalis
adalah besar. OLeh karena itu, yang penting bahwa praktisi sepenuhnya
familiar dengan lumbar epidural anesthesia sebelum mencoba thoracic
epidural block.
a. Midline approach
Interspase
lebih sering diidentifikasi dengan pasien pada posisi duduk. Pada
segmen atas thoracic, sudut processus spinosus lebih miring dan
curam kearah kepala. Jarum dimasukkan melewati jarak yang relatif pendek
mencapai ligamentum supraspinous dan interspinous, dan ligamentum flavum
diidentifikasi biasanya tidak lebih dari 3-4 cm dibawah kulit. Kehilangan
tahanan yang tiba-tiba adalah tanda masuk dalam ruang epidural.
Semua tehnik
epidural anesthesia diatas regio lumbal kemungkinan kontak langsung
dengan medulla spinalis harus dipertimbangkan selama mengidentifikasi
ruang epidural. Jika didapatkan nyeri yang membakar kemungkinan bahwa
jarum epidural kontak langsung Kontak
berulang dengan tulang dan tidak didapatkan ligamentum atau ruang epidural
adalah indikasi untuk merubah pada pendekatan paramedian.
Gambar. Epidural anestesia thorakal : pendekatan
median.
b. Paramedian approach.
Pada
pendekatan paramedian , interspase diidentifikasi dan jarum ditusukkan kira-kira
2 cm kelateral garis tengah pada pinggir kaudal prosesus spinosus superior.
Pada tehnik ini jarum ditempatkan hampir tegak lurus pada kulit dengan
sudut minimal 10-15 derajat kearah midline dan dilanjutkan sampai
lamina atau pedikle dari tulang belakang disentuh. Jarum ditarik
kebelakang dan ditujukan kembali agak kecephalad. Jika tehnik ini
sempurna ujung jarum akan kontak dengan ligamentum flavum. Spoit
dihubungkan dengan jarum, dan pakai tehnik loss of resistence atau hanging drop
untuk mengidentifikasi ruang epidural. Sama dengan paramedian approach pada
regio lumbar, jarum harus dilanjutkan sebelum ligamentum flavum dilewati
dan ruang epidural didapatkan.
Gambar.
Anestesi epidural thorakal : pendekatan paramedian.
3. Cervical
epidural anesthesia.
Tehnik ini
khusus dilakukan dengan pasien pada posisi duduk dan leher
difleksikan. Jarum epidural dimasukkan pada midline khususnya pada interspase
C5-C6 atau C6-C7 dan ditusukkan secara relatif datar kedalam ruang
epidural dengan memakai tehinik loss of resistence dan lebih sering
dengan hanging drop.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar